Losing Mix
Minggu, 25 September 2016
Sabtu, 24 September 2016
PELAKSANAAN GURU PEMBELAJAR MODA DARING
PELAKSANAAN GURU PEMBELAJAR MODA DARING
Kali ini Katamocca.com akan membahas info dari dunia pendidikan yaitu tentang Pelaksanaan Guru Pembelajar moda daring. Guru Pembelajar Moda Daringadalah proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru secara daring sebagai tindak lanjut dari hasil UKG. Hasil UKG akan mengindikasikan kelompok kompetensi apa yang akan diikuti oleh guru dalam Guru Pembelajar moda daring. Guru sebagai peserta melakukan pembelajaran secara daring dan dapat berinteraksi dengan pengampu dan atau mentor, serta sesama peserta Guru Pembelajar moda daring lainnya. Pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi, peserta dapat mengadakan pertemuan tatap muka dengan peserta lainnya di pusat belajar yang telah ditentukan, dengan difasilitasi oleh mentor. Interaksi pada pembelajaran Guru Pembelajar moda daring baik pada saat daring maupun tatap muka akan membentuk komunitas belajar (community of learners).
Pengampu, Mentor, Peserta, dan Admin Guru Pembelajar Moda Daring
- Pengampu
Pengampu dalam pelaksanaan Guru Pembelajar moda daring adalah widyaiswara / Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) / dosen / fungsional umum yang menjadi pengembang modul Guru Pembelajar moda daring, yang telah lulus ToT Narasumber Nasional/Pengampu dengan kriteria sebagai berikut:
a. Mempunyai pengalaman di dalam kegiatan mendidik, mengajar, dan melatih pembelajar dewasa (pendekatan andragogi)
b. Memiliki kemampuan dasar TIK (pengolah kata / word processor, pengolah data / spreadsheet, presentasi / powerpoint, penggunaan internet – email / surel, browsing, download / unduh dan upload / unggah data).
c. Bersedia melaksanakan pembelajaran menggunakan moda daring dengan kemauan dan komitmen yang tinggi.2. Mentor
Mentor adalah guru yang telah mengikuti UKG dan memenuhi kriteria:
a. Pada peta kompetensi hasil UKG-nya, terdapat 8 (delapan) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi di atas KCM.
b. Khusus untuk Guru Pembelajar moda daring – Model 2, guru yang dijadikan sebagai mentor dipilih dari guru yang telah memenuhi kriteria pada poin a dan memiliki nilai UKG tertinggi diantara calon mentor yang guru binaannya akan digabung untuk mengikuti Guru Pembelajar moda daring – Model 2
c. Telah lulus ToT Instruktur Nasional/Mentor
d. Memiliki kemampuan dasar TIK (pengolah kata / word processor, pengolah
data / spreadsheet, presentasi / powerpoint, penggunaan internet – email /
surel, browsing, download / unduh dan upload / unggah data).
e. Bersedia melaksanakan pembelajaran menggunakan moda daring dengan
kemauan dan komitmen yang tinggi.
- Peserta
Kriteria peserta yang mengikuti Guru Pembelajar moda daring dapat dilihat secara rinci pada Bab II, sub bab D. - Admin di UPT
Admin pada Guru Pembelajar moda daring terdiri atas satu orang koordinator admin LMS P4TK dan beberapa admin kelas. Koordinator admin LMS P4TK adalah tim pengembang sistem Guru Pembelajar moda daring dan menguasai LMS yang digunakan, sedangkan admin kelas adalah:
a. Staf teknis yang ditugaskan oleh UPT bersangkutan
b. Telah mengikuti program desiminasi dari tim pengembang
c. Mampu menggunakan sistem Guru Pembelajar dengan baik
d. Memiliki integritas untuk menjaga kerahasiaan data peserta
e. Memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan tugasnya2. Mentor:
*) Bila pada suatu daerah tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria pada poin a, guru yang nilai UKG-nya
memiliki 7 kelompok kompetensi di atas KCM dapat diusulkan sebagai mentor.
**) Bila pada suatu daerah tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria pada poin a maupun *), maka guru
dengan nilai UKG tertinggi di daerah tersebut dapat diusulkan sebagai mentorC. Peran dan Tanggung Jawab
Peran dan tanggung jawab setiap unsur yang terlibat selama proses pelaksanaan
pembelajaran Guru Pembelajar moda daring dapat dijelaskan sebagai berikut :1. Peran Pengampu pada Guru Pembelajar moda daring – Model 1
a. Berkomunikasi dengan peserta secara daring untuk memonitor pelaksanaan
pembelajaran
b. Memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran daring berlangsung
c. Mendampingi dan memberi semangat kepada peserta dalam proses
pembimbingan pembelajaran
d. Memberi umpan balik terhadap tugas yang diunggah peserta
e. Mengevaluasi kegiatan para peserta dalam pembelajaran
f. Memeriksa rekaman kegiatan secara daring (log activity) peserta, dan
g. Memberikan umpan balik terhadap laporan kemajuan peserta.2. Peran Pengampu pada Guru Pembelajar moda daring – Model 2 dan Moda daring Kombinasi
Peran tersebut secara rinci adalah sebagai berikut :
a. Peran pengampu terhadap Mentor
1) Berkomunikasi dengan mentor secara daring untuk memonitor
pelaksanaan pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
2) Memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran daring berlangsung
3) Mendampingi dan memberi semangat kepada mentor dalam proses
pembimbingan pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
4) Memeriksa rekaman kegiatan mentor, dan
5) Memberikan umpan balik terhadap laporan kemajuan mentor.b. Peran pengampu terhadap peserta
1) Memonitor keaktifan peserta dalam pembelajaran daring
2) Memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran daring berlangsung
3) Menganalisis hasil rekaman kegiatan dan hasil penilaian peserta sebagai
bahan laporan bagi UPT.3. Peran Mentor
Tugas utama mentor adalah melakukan pendampingan kepada peserta di dalam pelaksanaan peningkatan kompetensi Guru Pembelajar moda daring. Peran mentor terhadap peserta dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Peran mentor pada Guru Pembelajar moda daring – Model 2
1) Mendukung peserta mengikuti kegiatan Guru Pembelajar moda daring
2) Mendampingi dan memfasilitasi peserta dalam mengikuti pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
3) Memberikan semangat dan mengingatkan peserta untuk menyelesaikan tugas secara daring
4) Memberi umpan balik terhadap tugas yang diunggah peserta
5) Memeriksa rekaman kegiatan secara daring (log activity) peserta
6) Menyampaikan laporan kemajuan (progress report) peserta kepada pengampu melalui e-portfolio "Laporan Hasil Kemajuan Peserta"
7) Menjadi pengawas ujian test akhir di TUK bersama administrator TUK.b. Peran mentor pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi
1) Mendukung peserta mengikuti kegiatan Guru Pembelajar moda daring
2) Mendampingi peserta dalam mengikuti pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
3) Memfasilitasi peserta secara tatap muka pada pembelajaran Guru Pembelajar moda daring di Pusat Belajar
4) Memberikan semangat dan mengingatkan peserta untuk menyelesaikan tugas secara daring maupun luring
5) Memberi umpan balik terhadap tugas yang diunggah peserta
6) Memeriksa rekaman kegiatan secara daring (log activity) peserta
7) Menyampaikan laporan kemajuan (progress report) peserta kepada pengampu.
8) Menjadi pengawas ujian test akhir di TUK bersama administrator TUK.4. Peran Peserta Guru Pembelajar moda daring
Peserta dalam Guru Pembelajar moda daring harus berperan aktif dalam seluruh proses pembelajaran daring, antara lain:
a. Melaksanakan proses bembelajaran secara aktif dan berkomitmen tinggi
b. Melaksanakan pembelajaran secara kolaboratif
c. Berbagi pengalaman kepada peserta lain
d. Memberikan umpan balik yang konstruktif
e. Mencari jawaban terhadap permasalahan melalui berbagai sumber antara lain melalui internet, buku, dan lain-lain
f. Mengungkapkan permasalahan terkait pembelajaran yang dihadapi
g. Menyelesaikan tugas sesuai dengan materi pembelajaran
h. Mengunggah seluruh tugas ke dalam portofolio elektronik (e-portfolio). - Peran Admin Moda Daring
a. Koordinator admin LMS P4TK:
1) Membuat kelas Guru Pembelajar moda daring di dalam sistem Guru Pembelajar
2) Bertanggungjawab untuk mengatasi masalah teknis terkait dengan sistem yang digunakan
b. Admin kelas:
1) Pendistribusian pengampu, mentor, dan peserta di dalam kelas daring
2) Membantu pengampu dalam mengumpulkan data yang diperlukan untuk
kepentingan monitoring, evaluasi dan pelaporan
3) Memberikan bantuan teknis terhadap peserta, mentor, dan pengampu di
kelas daring.
- Waktu dan Tempat Moda Daring
Guru Pembelajar moda daring dilaksanakan dengan pola 60 jam pelajaran (6 minggu). Waktu pelaksanaan Guru Pembelajar moda daring ditetapkan oleh masing-masing UPT. Tempat kegiatan pendampingan dan tatap muka antara mentor dengan peserta pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi dilakukan di Pusat Belajar sesuai kesepakatan antara mentor dan peserta. Pusat Belajar dapat menggunakan:
1. Kelompok Kerja Guru (KKG) / Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) / Gugus Belajar di Kabupaten/Kota, atau
2. Tempat Uji Kompetensi (TUK) di Kabupaten/Kota, atau
3. Sekolah tempat peserta bertugas mengajar.
Tempat yang dijadikan sebagai Pusat Belajar harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut:
1. Tersedia kelas yang dapat digunakan sebagai tempat PB secara berkala, dengan kapasitas 30 peserta per kelas
2. Tersedia alat / media pembelajaran, seperti papan tulis, infokus, listrik
3. Kualitas signal cellular yang bagus
4. Tidak diharuskan berupa lab komputer
5. Satu PB hanya dapat digunakan untuk maksimal 10 kelas pertemuan, sehingga ada kemungkinan kelas yang digunakan PB tidak lagi digunakan PBM siswa selama 1,5 bulanTempat test akhir/post test peningkatan kompetensi Guru Pembelajar yang menggunakan sistem UKG online yang harus memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut:
1. Ruangan yang berisi perangkat laboratorium komputer pada unit kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, sekolah, yayasan, dan organisasi profesi guru.
2. Memiliki minimal 20 unit komputer/PC dan 1 server yang terkoneksi dalam jaringan local area network (LAN) dalam bentuk jaringan kabel, bukan WiFi.
3. Memiliki sumber daya manusia (admin/teknisi) yang memahami LAN dan terbiasa bekerja dengan jaringan Internet. Admin/teknisi tersebut akan bertugas sebagai administrator sekaligus teknisi sistem TKD online.
4. Spesifikasi komputer Client minimal:
a) Prosessor Intel Pentium 4 – 2,4Ghz;
b) Memory, 2 Gb;
c) Hard disk free 15Gb;
d) Monitor, keyboard, dan Mouses standard.
5. Spesifikasi server minimal:
a) Prosessor Core 2 Duo Ghz;
b) Memory: 4 Gb;
c) Hard disk free 20 Gb;
d) Monitor;
e) Terkoneksi dengan jaringan internet minimal 256 kbps;
f) UPS (uninteruptible power supply).
E. Struktur Program
1 Materi Umum
a. Kebijakan Pengembangan dan Pembinaan Karir Guru
b. Peningkatan kompetensi Guru Pembelajar
2 Materi Inti
a. Pendalaman Materi Kelompok Profesional 45
b. Pendalaman Materi Kelompok Pedagogik 9
3 Tes Akhir
Total 60
Pembelajaran pada Guru Pembelajar Moda Daring menggunakan modul yang dikembangkan dan direkonstruksi dengan mengikuti model pola 60 jam pelajaran (JP) selama 6 (enam) minggu.
Sekian dulu info kita kali ini tentang Pelaksanaan Guru Pembelajar Moda Daring semoga bermanfaat dan dapat menambabah wawasan anda terutama bagi anda yang bergelut di dunia Pendidikan.
so, the music is made for lovers GAMELAN BALI and Music DJ. Happy listening and congratulations Enjoy
RESEP CARA MEMBUAT MARTABAK MINI
RESEP CARA MEMBUAT MARTABAK MINI
Resep Membuat Martabak Mini | Cara Membuat Martabak Mini
Martabak Mini pada awalnya adalah martabak yang dijual di kaki lima.
Tetapi dengan ukuran yang kecil, memungkinkan konsumen bisa menikmati martabak dari berbagai variant rasa dengan harga yang lebih murah.
Hal yang tidak bisa dilakukan dalam martabak ukuran standar. Ukuran yang kecil cocok untuk konsumsi anak-anak, sehingga bisa dijadikan sebagai jajanan yang sehat dan bergizi. Terutama sebagai bekal sekolah atau jajanan di kantin sekolah.
Bahan Membuat Martabak Mini :
– 200 gram tepung terigu protein sedang –
– 1/4 sdt baking powder –
– 50 gram gula pasir –
– 1/4 sdt garam –
– 200 ml air –
– 1/2 sdt ragi instan –
– 1 butir telur, dikocok lepas –
– 1/4 sdt soda kue –
– 1 sdm margarin, dilelehkan –
Bahan isi Martabak Mini :
– 50 gram margarin, untuk olesan –
– 25 gram meises coklat –
– 25 gram kacang tanah kupas, disangrai, dicincang halus –
– 1/2 sdm wijen, sangrai –
Cara Membuat Martabak Mini :
1. Kulit : ayak tepung terigu dan baking powder. Masukkan 25 gram gula pasir ( dari 50 gram) dan garam. Aduk rata. Tuang air sedikit-sedikit sambil dikocok perlahan 10 menit.
2. Tambahkan ragi instan. Aduk rata. Diamkan 30 menit.
3. Masukkan telur, soda kue, sisa gula pasir dan margarin leleh. Aduk rata.
4. Tuang satu sendok sayur adonan dalam wajan anti lengket diameter 12 cm yang sudah dipanaskan. Biarkan berlubang. Tutup sampai matang.
5. Oles dengan margarin. Isi dengan campuran meises, kacang dan wijen. Lipat dua.
Untuk 7 buah
RESEP CARA MEMBUAT KUE PUTU AYU
RESEP CARA MEMBUAT KUE PUTU AYU
Resep Membuat Putu Ayu | Cara Membuat Kue Putu Ayu
- Gandum flour150 gram
- Gula pasir, 200 gram
- Ayam telur, 2 butir telur
- Kelapa susu, 200 ml
- * 1 sdt pewarna hijau, secukupnya
- * Parutan kelapa muda, 100 gram
- * Garam, secukupnya
- * Bagaimana membuat Kue Putu Ayu:
- * Kocok telur, gula dan SP hingga mengembang dan putih. Lalu masukkantepung. Aduk rata.
- * Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata.
- * Masukkan pewarna hijau, aduk rata.
- * Campur kelapa dan garam hingga rata.
- * Masukkan kelapa di dasar cetakan dengan tekanan sedikit menjadi padat.
- * Tuang adonan putu ayu hingga cetakan penuh.
- * Panaskan wajan kapal uap, dikukus sampai adonan matang. Angkat dan sajikan.
Demikianlah resep untuk membuat 18 buah kue Putu Ayu, Selamat Mencoba.
RESEP DAN CARA MEMBUAT KUE KUPING GAJAH ENAK RENYAH
RESEP DAN CARA MEMBUAT KUE KUPING GAJAH ENAK RENYAH
RESEP MEMBUAT KUE KUPING GAJAH ENAK RENYAH | CARA MEMBUAT KUE KUPING GAJAH ENAK RENYAH
Bahan bahan kue kuping gajah yang di gunakan :
- 300 gram tepung terigu protein sedang
- 80 gr gula halus
- 80 ml santan asli
- 1 btr telur ayam
- ½ sendok teh garam
- 2 sdt mentega
- ½ sdm cokelat bubuk
- Air matang
- Minyak goreng
Cara membuat kue kuping gajah:
- Sediakan wadah besar untuk membuat adonan, lalu masukan tepung terigu yang sudah dia ayak, vanila, garam dapur, dan mentega. Aduk semua bahan hingga tercampur dan lembut bisa dengan menggunakan mixer. Tambahkan telur ayam lalu aduk kembali hingga halus
- Sambil adonan anda aduk lalu masukan santan sedikit-sedikit campurkan adonan hingga lembuat dan kalis. Jika perlu anda bisa menambahkan kembali air matang kedalam adonan
- Pisahkan sebagian adonan lalu campurkan adonan yang sudah di pisahkan dengan coklat bubuk, campurkan adonan hingga rata dan berwarna coklat. Lalu giling dan gilas adonan tanpa coklat lalu pipihkan. Lakukan juga pada adonan yang sudah di campur dengan coklat,
- Simpan adonan coklat di atas adonan yang biasa, anda tekan lalu gulung hingga adonan melekat serta padat dan adonan berbentu menjadi slinder agar memudahkan proses pembentukannya.
- Lalu anda masukan dalam kulkas adonan yang sudah membentuk slider dengan waktu selama 120 menit. Kemudian adonan anda giling dan potong tipis lalu pipihkan. Siapkan wajan dan panaskan dengan api yang sedang, panaskan api hingga matang dan panas lalu masukan adonan kuping gajah dan goreng hingga matang dan warna menjadi agak kecoklatan